jatim.jpnn.com, SURABAYA - Achmad Hidayat buka suara setelah dipecat oleh Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP), diduga akibat berkunjung ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo.
Achmad mengatakan sempat dipanggil oleh Komite Etik PDIP yang dipimpin Sadarestuwati pada 26 Agustus 2026 lalu. Dia dimintai keterangan terkait kedatangannya ke rumah Jokowi.
Dia menjelaskan awalnya ziarah ke makam Mbah Kiai Hasan Besari di Ponorogo dengan kader senior PDIP, Sulikan, dan satu rekannya yang lain baru ke kediaman Jokowi, Juli 2026.
“(Ditanya) apa yang kamu bicarakan di sana?, (jawab) ndak bicara apa-apa, salaman, habis gitu foto. Lalu saya juga sempat menanyakan, Pak (Jokowi) gimana untuk urusan bangsa ini? Kita kan harus kompak,” kata Achmad saat dikonfirmasi, Senin (14/9).
Ketika itu, Achmad juga bertanya mengenai rencana Jokowi untuk bertemu Ketum DPP PDIP Megawati Soekoarnoputri. Sebab, pria itu kerap berbincang dengan Prabowo Subianto.
“(Respons Jokowi) saya ndak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu,” ujarnya.
Di sisi lain, DPP PDIP mencurigai ada motif politik lain di balik kunjungan Achmad tersebut, termasuk kabar yang beredar terkait kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"DPP ngomong, ah, masa ngobrol gitu? Paling ada langkah-langkah lain, kamu mau pindah PSI dan lain sebagainya. Saya kalau umpamanya masih kader PDIP, kader PDIP yang ke sana jabatannya DPP, DPR RI, bahkan Bupati, Wali Kota banyak ke sana tapi diam-diam," ucapnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















