Arief Poyuono: Gubernur BI Harus Mampu Menjaga Kepercayaan Pasar di Tengah Sempitnya Ruang Fiskal

5 hours ago 11

 Gubernur BI Harus Mampu Menjaga Kepercayaan Pasar di Tengah Sempitnya Ruang Fiskal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komisaris Pelindo Arief Poyuono. Foto: supplied

jpnn.com - Kepemimpinan baru Bank Indonesia pascamundurnya Perry Warjiyo dinilai akan menghadapi tantangan yang tidak ringan di tengah tekanan fiskal negara, meningkatnya beban pembayaran utang, serta target pertumbuhan ekonomi nasional yang ambisius.

Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arief Poyuono menilai Bank Indonesia tetap menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan moneter yang independen dan kredibel.

Arief menilai Perry Warjiyo selama menjabat gubernur BI sejak 2018 berhasil menjaga stabilitas moneter Indonesia dalam berbagai tekanan, terutama saat pandemi Covid-19. Perry juga mampu menjaga kesinambungan kebijakan ketika terjadi transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Itu menunjukkan bahwa Bank Indonesia memiliki institusi yang kuat. Namun, tantangan yang dihadapi ke depan jauh lebih kompleks. Saat ini ruang fiskal pemerintah relatif lebih sempit akibat meningkatnya berbagai kewajiban pembiayaan negara. Dalam kondisi seperti itu, peran Bank Indonesia menjadi semakin strategis untuk menjaga stabilitas moneter," kata Arief Poyuono dalam wawancara pada Selasa (28/7/2026).

Bicara target Presiden Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen melalui sejumlah program strategis, Arief menilai target itu sebuah optimisme yang harus didukung. Dia menyebut pemerintah telah meluncurkan berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, Danantara, hingga hilirisasi industri nasional.

Namun, dia menyebut indikator ekonomi harus terus dievaluasi secara objektif. Kalau pertumbuhan ekonomi masih berada di kisaran lima persen, berarti perlu dilakukan penyempurnaan terhadap implementasi program-program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi nasional.

"Evaluasi merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. Tujuannya bukan menghentikan program, melainkan memastikan setiap anggaran menghasilkan dampak ekonomi yang optimal," tuturnya.

Selain itu, Arief mengatakan tantangan BI setelah pergantian kepemimpinan bank sentral itu juga cukup banyak. Yang pertama, menjaga kepercayaan investor domestik maupun internasional.

Arief Poyuono menilai Bank Indonesia tetap pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan moneter yang independen dan kredibel.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |