Bambu Lab A2L Hadir di Indonesia, Printer 3D Format Besar untuk Dorong Efisiensi Produksi

9 hours ago 4

Bambu Lab A2L Hadir di Indonesia, Printer 3D Format Besar untuk Dorong Efisiensi Produksi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bambu Lab, produsen printer 3D terlaris di dunia, resmi meluncurkan A2L dan A2L Combo di pasar Indonesia melalui jaringan ritel resmi. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Bambu Lab, produsen printer 3D terlaris di dunia, resmi meluncurkan A2L dan A2L Combo di pasar Indonesia melalui jaringan ritel resmi.

Peluncuran kedua produk ini sejalan dengan tingginya minat pelaku UMKM dan kreator lokal yang beralih ke teknologi cetak 3D sebagai metode produksi alternatif yang lebih cepat dan efisien.

"Dengan printer A2L, kami ingin mempermudah kreator dan pelaku UMKM di Indonesia mengakses teknologi cetak 3D yang mudah digunakan dan lebih terjangkau guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif," ujar Marketing Manager Bambu Lab Samantha Zhang.

Menurut Zhang, prospek pasar printer 3D di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Riset Data Bridge Market Research memperkirakan nilai pasar material printer 3D, meliputi filament, powder, dan resi, akan meningkat dari USD 45,63 juta pada 2024 menjadi USD 178,55 juta pada 2032. Proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan hampir empat kali lipat, dengan CAGR sebesar 24,35% selama periode 2025–2032.

Tren tersebut, kata Zhang, menunjukkan bahwa teknologi cetak 3D di Indonesia tidak lagi sebatas untuk kebutuhan eksperimen atau membuat prototipe, namun mulai diterapkan sebagai bagian dari proses produksi oleh para kreator dan pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga industri.

Tren ini sejalan dengan momentum ekspansi Bambu Lab ke Indonesia. Sebagai merek printer 3D terlaris di dunia, Bambu Lab dikenal berkat pendekatan plug-and-play yang membuat teknologi ini benar-benar mudah diakses, sering disebut sebagai "Apple-nya dunia 3D printing". A2L merepresentasikan filosofi tersebut: cukup keluarkan dari boks, pasang filament, dan mulai mencetak, tanpa kalibrasi rumit maupun keahlian teknis khusus.

Teknologi cetak 3D menawarkan potensi penghematan biaya, terutama bagi pelaku UMKM dan kreator yang memproduksi barang dalam jumlah terbatas.

Berdasarkan kajian Layers, teknologi ini dapat memangkas biaya hingga 70% dibandingkan metode manufaktur konvensional untuk kebutuhan pembuatan prototipe dan produksi skala kecil. Penghematan tersebut diperoleh karena proses produksi tidak memerlukan pembuatan cetakan (mold) maupun alat kerja yang memerlukan investasi besar.

Bambu Lab, produsen printer 3D terlaris di dunia, resmi meluncurkan A2L dan A2L Combo di pasar Indonesia melalui jaringan ritel resmi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |