jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memicu penyesuaian hingga pembatalan puluhan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo.
Meski demikian, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) memastikan operasional bandara secara keseluruhan tetap berjalan normal.
Langkah mitigasi ini diambil demi keselamatan penerbangan menyusul sebaran abu vulkanik yang mengganggu sejumlah ruang udara, terutama rute menuju dan dari Jakarta.
Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang hingga pukul 21.30 WIB melalui Notam (Notice to Airmen) menjadi pemicu utama gangguan jadwal tersebut.
General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Muhammad Thamrin mengatakan keselamatan penumpang menjadi pertimbangan tertinggi dalam penanganan operasional YIA saat ini.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dalam pengambilan keputusan operasional di YIA," ujar Thamrin di Kulon Progo, Senin (7/9).
Berdasarkan data operasional YIA hingga pukul 19.00 WIB, tercatat sebanyak 30 penerbangan terdampak pembatalan, meliputi 16 penerbangan keberangkatan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan 14 penerbangan kedatangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK).
Thamrin memastikan bahwa area fisik Bandara Yogyakarta sendiri saat ini berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung oleh paparan abu vulkanik.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















