Bencana Karthutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

6 hours ago 2

Bencana Karthutla Kalimantan, Ketua DPD RI Sultan Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin. Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan keprihatianannya terhadap peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karthutla) Gambut di wilayah Pulau Kalimantan saat ini.

Menurutnya, Karthutla Gambut adalah bencana yang hampir terjadi setiap tahun. Sementara Indonesia adalah negara dengan luasan lahan Gambut terluas kedua dunia setelah Brasil.

"Kami mengapresiasi pemerintah telah berupaya serius melakukan pemadaman. Pemerintah baik pusat maupun daerah perlu mengerahkan semua sumber daya dan segala cara yang ada untuk membantu masyarakat di Kalimantan," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Sabtu (22/8).

Sultan mengatakan Karthutla merupakan bencana yang sangat membatasi suplai ebutuhan hidup paling dasar manusia, yakni udara yang sehat. DPD RI memberikan perhatian khusus pada bencana nonalam ini.

"Kami mendapatkan informasi bahwa sudah banyak daerah warga masyarakat yang mengalami ISPA. Hal ini tentu sangat memengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang," ungkapnya.

Oleh Karena itu, lanjut Sultan, pihaknya mendorong agar Pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) segera menyiapkan agenda Nasional restorasi ekosistem Gambut secara intensif.

"Peran BRG perlu diperkuat, tentunya dengan berkolaborasi dengan semua pihak terkait. Ke depan kita ingin potensi Ekosistem Gambut dapat dieksplorasi sebagai sumber energi maupun sebagai lahan pertanian dan tambak perikanan budi daya," ujar Sultan.(fri/jpnn)

Ketua DPD RI Sultan mendorong Pemerintah melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) segera menyiapkan agenda Nasional restorasi ekosistem Gambut secara intensif.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |