jpnn.com, JAKARTA - Aktris Aghniny Haque mengungkap pengalaman pertamanya menjalani proses syuting menggunakan teknologi virtual production (VP) dalam film horor berjudul Bisikan Desa Gringsing.
Pengalaman berharga tersebut dijalaninya di sebuah studio virtual production di Johor, Malaysia. Dia mengaku awalnya belum memiliki gambaran mengenai proses syuting menggunakan teknologi tersebut.
“Sebenarnya benar-benar no clue banget, soalnya pertama kali syuting itu di Johor. Kami syuting di studionya, yang actual set-nya itu kami tidak melihat,” kata Aghniny Haque saat konferensi pers di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).
Meski menjadi pengalaman pertama, selebritas berusia 29 tahun itu justru merasa proses syuting menggunakan VP lebih mudah dibandingkan dengan green screen.
Menurutnya, salah satu kemudahannya karena latar belakang dalam adegan dapat dilihat secara langsung melalui layar LED.
Dengan begitu, Aghniny Haque bisa menyesuaikan posisi dan penampilannya dengan visual yang muncul di belakang.
“Lebih mudah sih dibandingkan syuting dengan green screen, karena kalau misalkan syuting di VP itu, kami sudah melihat background-nya,” ungkap mantan atlet taekwondo itu.
Aghniny Haque hanya perlu memperhatikan agar tidak keluar dari frame serta menyesuaikan emosi Hesti dengan informasi visual yang muncul di belakangnya.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)














