jabar.jpnn.com, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung memprediksi puncak musim kemarau akibat fenomena El Niño terjadi pada awal September hingga Oktober 2026.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi mengatakan intensitas El Niño tahun ini tergolong sangat kuat. Kondisi tersebut disebut memiliki kemiripan dengan fenomena El Niño yang terjadi pada 1997–1998.
“Tingkat puncaknya (kemarau) ini di awal September dan Oktober nanti. Ini posisi di mana kering-keringnya,” ujar Suaidi di Bandung, Kamis (27/8/2026).
Menurut Suaidi, kondisi kemarau diperkirakan mulai berangsur berakhir pada November 2026. Hujan diprediksi mulai turun secara bertahap di sejumlah wilayah.
“Selanjutnya, hasil prediksi BMKG pada bulan November, kita sudah mulai turun hujan sedikit demi sedikit,” katanya.
Kekeringan Mulai Berdampak di Sejumlah Daerah
Suaidi mengatakan dampak kekeringan akibat musim kemarau telah dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi tersebut antara lain terjadi di Kabupaten Bogor, Garut, Sukabumi, dan Bekasi.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















