jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ketika KM Virgo Transport 8 hilang kontak serta tenggelam di Laut Jawa, terpantau normal dan tidak ekstrem.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya Sutarno mengatakan cuaca terpantau cerah pada Minggu (13/9).
“Cuaca ekstrem tidak ada. Analisis cuaca pantauan satelit menunjukkan di lokasi kejadian cuaca cerah berawan dari pukul 00.00 sampai 03.00 WITA, kecepatan angin 15 hingga 20 knot,” kata Sutarno saat dikonfirmasi, Selasa (15/9).
Namun, Sutarno menyebut ada peningkatan kecepatan angin di wilayah tersebut. Hal itu dipengaruhi dinamika tekanan udara dari wilayah Australia yang bergerak ke arah ekuator.
"Ada peningkatan kecepatan angin yang disebabkan besarnya perbedaan tekanan udara di wilayah timur Australia dengan wilayah dekat ekuator sehingga mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju wilayah Jawa khususnya Jawa Timur," ujarnya.
Sutarno mengungkapkan peningkatan angin tersebut diprediksi masih akan berlanjut beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, aktivitas pelayaran diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi.
"Peningkatan kecepatan angin yang berdampak signifikan terhadap aktivitas pelayaran diperkirakan akan bertahan hingga tiga hari ke depan," jelasnya.
Diketahui, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya sebelumnya mengeluarkan Informasi Peringatan Dini Gelombang Tinggi yang berlaku sejak tanggal 11 hingga 14 September 2026.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















