jabar.jpnn.com, DEPOK - Badan dan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok memetakan sejumlah sumber kenaikan harga dan risiko inflasi yang berpotensi dihadapi Kota Depok pada 2027.
Kepala BPS Kota Depok Agus Marzuki mengatakan, tekanan inflasi pada 2027 perlu diantisipasi sejak dini.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kondisi inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) Kota Depok yang pada Agustus 2026 tercatat sebesar 0,07 persen.
Menurut Agus, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kondisi awal 2027.
"Kalau dilihat untuk yang starting-nya kan sudah tinggi. Ini berarti ke depannya sih khawatirnya itu ada mengalami tekanan dari tahun 2027," kata Agus.
BPS menilai sejumlah faktor dapat menjadi sumber tekanan harga pada tahun mendatang.
Faktor tersebut antara lain kondisi cuaca, gangguan produksi dan distribusi pangan, harga energi, nilai tukar rupiah, pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan, harga emas, aktivitas konstruksi, hingga kenaikan upah.
Dari sisi pangan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Kekeringan, hujan ekstrem, gagal panen, maupun gangguan distribusi dapat memengaruhi ketersediaan komoditas dan pada akhirnya berdampak terhadap harga di tingkat konsumen.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















