jpnn.com - BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman sepakat agar Taufik Hidayat tersangka penyekapan dan penganiayan terhadap YTR diberi hukuman maksimal.
Dedi mengatakan tersangka Taufik Hidayat harus bertanggung jawab atas tindak pidana kekerasan yang sudah dilakukan. Sebab, korban tidak hanya mengalami luka fisik yang berat dan serius, tetapi juga guncangan psikologis hingga trauma mendalam.
"Harapannya, hukuman maksimalnya sesuai dengan apa yang dilakukan," kata Dedi di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (1/7).
Dedi mengatakan bahwa di persidangan nanti akan terungkap seluruh perbuatan yang dilakukan Taufik Hidayat. Apabila majelis hukum menilai tindakan tersangka salah, maka Taufik harus dihukum sesuai hukuman yang berlaku.
"Apabila nanti di pengadilan terbukti dia melakukan penyekapan, dia melakukan penculikan, dia melakukan tindak pidana kekerasan yang berakibat pada cacat permanen seumur hidup, ya, dia harus merasakan itu, apa yang dirasakan oleh korban," ujarnya.
Dedi menegaskan hukuman maksimal yang dimaksud ialah yang sesuai dengan ketentuan undang-undang. "Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ungkapnya.
Sementara itu, KSP Dudung juga berharap tersangka penganiayaan sadis dan penyekapan terhadap YTR itu bisa dihukum dengan adil dan tegas.
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu pun mendukung pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang meminta Taufik Hidayat diproses tanpa menerapkan mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice (RJ). "Wah, saya sepakatlah," kata Dudung di Sumedang, Selasa (30/6).



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
