jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melanda Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman mencatat 318 pekerja kehilangan pekerjaan sepanjang semester I akibat kondisi finansial perusahaan yang goyah tergerus pelemahan ekonomi.
Kepala Disnaker Sleman Epiphana Kristiyani mengungkapkan bahwa dinamika ekonomi yang belum stabil memaksa sejumlah perusahaan mengambil langkah efisiensi guna menekan biaya operasional.
"Perusahaan harus realistis. Mereka melakukan efisiensi karena pertimbangan modal operasional yang memang harus dikurangi," ujar Epiphana, Minggu.
Menurut Epiphana, faktor utama penyesuaian tenaga kerja ini murni dipicu oleh kondisi keuangan perusahaan yang memburuk.
Meski ada beberapa unit usaha yang melakukan efisiensi, sejauh ini baru satu entitas bisnis yang secara resmi mencatatkan penutupan usaha, yakni PT MTG.
Menanggapi nasib para pekerja terdampak, Disnaker Sleman memastikan terus mengawal pemenuhan hak-hak buruh, termasuk pembayaran pesangon.
Sebagian perusahaan dilaporkan telah menyelesaikan kewajibannya, sementara sisanya masih dalam proses settlement.
"Kami berupaya mendampingi agar kewajiban-kewajiban tersebut dapat dipenuhi. Bagi yang belum selesai, saat ini ada yang menempuh proses mediasi maupun pendampingan langsung dari kami," tegasnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















