jatim.jpnn.com, KEDIRI - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara. Di Bandara Internasional Dhoho Kediri, dua penerbangan pada Minggu (6/9) dibatalkan sebagai langkah penyesuaian operasional.
General Manager Bandara Internasional Dhoho Kediri Rahmat Yoni Saputra mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan aspek keselamatan penerbangan.
“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas kami,” kata Rahmat dalam keterangannya, Minggu (6/9).
Dua penerbangan yang dibatalkan yakni Indonesia AirAsia dengan nomor penerbangan IU 356 rute Jakarta (CGK)-Dhoho (DHX) yang dijadwalkan tiba pukul 11.50 WIB.
Kemudian penerbangan IU 357 rute Dhoho (DHX)-Jakarta (CGK) yang dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB.
Pengelola Bandara Dhoho terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BMKG, AirNav Indonesia, maskapai, serta pihak terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, hingga kemungkinan dampaknya terhadap operasional dan keselamatan penerbangan.
“Sebagai pengelola bandara, kami terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan layanan bandara serta melakukan penyesuaian operasional sesuai dengan kondisi dan arahan dari pihak yang berwenang,” ujarnya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















