bali.jpnn.com, DENPASAR - Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang membeber perkembangan kasus kematian bule Australia berinisial DJS, 57 dan dua anaknya, ADS, 7, serta LKS, 4, di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kuta, Badung, Bali, Minggu (13/9) lalu.
Menurut Kombes Leonardo David Simatupang, tim medis RSUP Prof Ngoerah dan identifikasi kepolisian menemukan sejumlah fakta luka fisik pada tubuh para korban.
Pada kedua anak korban, hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, khususnya pada bagian leher.
Temuan ini menguatkan hasil rekaman CCTV yang menunjukkan aksi sadis DJS menghabisi kedua anaknya dalam waktu hampir bersamaan.
Tubuh keduanya lalu ditumpuk dengan posisi tubuh ADS menindih badan adik perempuannya, LKS.
Seusai menghabisi kedua anaknya, DJS lalu mengakhiri hidupnya menggunakan kabel setrika yang diambil dari dalam gudang Arca Bungalow.
“Saat ditemukan, jenazah DJS menunjukkan indikasi biologis berupa keluarnya cairan sperma.
Ini memperkuat tanda-tanda kematian akibat gantung diri,” ujar Kombes Leonardo D. Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Selasa (15/9).



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















