jpnn.com, JAKARTA - Kegiatan Ragamuda 2026 mencatat partisipasi tinggi dari pemuda-pemudi perwakilan SMP, SMA, dan SMK se-Jabodetabek serta berbagai komunitas. Antusiasme ini terlihat dari keikutsertaan lebih dari 500 peserta yang berasal dari 53 sekolah. Tidak hanya dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah sekolah dari luar daerah, seperti SMA De Britto, SMA Michael, PIKA, Al-Mizan Majalengka, dan SMAK Borong Nusa Tenggara Timur.
Ragamuda pertama kali dibentuk pada 2017 atas inisiasi OSIS SMA Al-Izhar Pondok Labu dan Presidium SMA Kolese Kanisius dengan tema Plural-is-Me. Sejak saat itu, kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk menguatkan suara pemuda dalam bingkai persatuan dan kebhinekaan.
Pada 2026, penyelenggaraan Ragamuda berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 22-23 Agustus 2026, dengan mengusung tema Gelora Persatuan Generasi Muda. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya semangat kebersamaan di kalangan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Rangkaian Ragamuda tahun ini memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Secara istimewa, kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian perayaan Canisius College Centennial dalam rangka memperingati 100 tahun karya pendidikan di Kolese Kanisius. Sekolah-sekolah yang menjadi kolaborator dalam penyelenggaraan tahun ini adalah SMA Al-Izhar Pondok Labu, Kolese Kanisius, serta SMAK Pangudi Luhur Brawijaya.
Pada hari pertama, Sabtu, rangkaian acara difokuskan pada gelar wicara atau talkshow yang menghadirkan tiga narasumber inspiratif. Mereka adalah Inayah Wulandari Wahid, seniman dan aktivis sosial; Js. Kristan, pendidik dan pemerhati kehidupan sosial; serta Maman Suherman, penulis, jurnalis, dan pemerhati isu sosial. Ketiga pembicara diharapkan dapat membagikan pengalaman hidup, latar belakang, serta pandangan mereka mengenai keberagaman.
Tujuan dari sesi ini adalah memberikan pemahaman yang lebih dekat kepada peserta mengenai pentingnya persatuan melalui pengalaman nyata para narasumber. Setelah talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok untuk mempererat dan menjalin hubungan antarpemuda dari berbagai sekolah.
Memasuki hari kedua, Minggu, kegiatan difokuskan pada parade budaya yang menampilkan kostum tradisional dan pertunjukan bakat dari para pemuda. Rute parade budaya direncanakan mulai dari Kolese Kanisius menuju kawasan Sarinah.
Harapan dari rangkaian kegiatan ini adalah agar generasi muda dapat menjadi ujung tombak dalam menyuarakan semangat toleransi dan kolaborasi.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















