jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Tim pengawas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung memperketat pengawasan layanan setelah hasil uji laboratorium sampel makanan dari SPPG Pakisrejo menunjukkan adanya kontaminasi bakteri.
Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan sejumlah sampel makanan yang diamankan setelah kejadian keracunan massal dinyatakan positif mengandung bakteri.
"Secara umum memang ada temuan positif bakteri dari hasil uji laboratorium. Bakteri itu dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada penerima manfaat," kata Sri, Senin (7/9).
Menurut dia, kontaminasi bakteri pada makanan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian.
Namun, Sri tidak merinci jenis bakteri yang ditemukan. Penjelasan teknis mengenai hasil pemeriksaan tersebut menjadi kewenangan tim medis dan laboratorium.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG bersama tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) melakukan evaluasi terhadap operasional dapur SPPG Pakisrejo.
Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko sekaligus memperkuat penerapan standar keamanan pangan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat.
Hasil inspeksi tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan agar kualitas layanan MBG tetap terjaga dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















