Hoax Bijaksana

3 weeks ago 27

Hoax Bijaksana

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - HUJAN lebat menyambut kedatangan saya di Ottawa. Cerita perjalanan lima jam Toronto-Baturaja-Ottawa ini saya simpan dulu. Tidak seseru perjalanan darat Lampung-Kingstone-Palembang.

Saya juga kangen mereka yang ikut tur bisnis Disway ke Semarang bulan lalu (Disway Explore Business with Dahlan Iskan – Jateng Series).

Ada peserta, wanita, yang sudah mapan berkarier di bank Amerika berhenti bekerja untuk mulai jadi pengusaha. Ada yang bisnis-sosial beromzet ratusan miliar.

Menulis tentang tur bisnis itu bisa untuk selingan dari kebosanan menulis cerita tentang jalan-jalan melulu.

Saya masih ingat: rombongan tur bisnis Disway itu berakhir di pabrik jamu farmasi Sido Muncul. Di Ungaran, selatan Semarang. Pimpinan tertinggi Sido Muncul sendiri yang menyambut kami: Irwan Hidayat.

Di akhir acara, rombongan dijamu makan siang istimewa di pendapanya yang gaya Jawa, di tengah hutan kecil, terpisah dari pabrik.

"Pohon yang bapak tanam dulu sekarang sudah besar. Tuh di sana. Yang batangnya lurus itu," ujar salah seorang manajer Sidomuncul yang ingat peristiwa lebih 12 tahun lalu.

Kala itu saya sedang menggalakkan tanaman empon-empon rakyat di sekitar hutan jati Perhutani. Perlu pasar yang bisa menampung jahe, kunyit, dan sebangsanya. Di acara itu saya diminta tanam pohon kayu manis.

Promosi Sido Muncul pun dilewatkan jalan kebaikan. Misalnya sambil melaksanakan operasi katarak. Atau bibir sumbing.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |