jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kualitas air pelanggan PDAM Surya Sembada berangsur normal setelah dilakukan sejumlah penanganan pada bahan baku yang ada di Kali Surabaya.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 Perum Jasa Tirta I Agung Wicaksono mengakui adanya penurunan kualitas air di Kali Surabaya sejak Sabtu (5/9) malam.
“Sejak menerima informasi adanya penurunan kualitas air di Kali Surabaya, kami langsung melakukan sejumlah langkah operasional,” kata Agung dalam keterangan tertulis, Senin (7/9).
Petugas di lapangan menemukan adanya busa putih di bagian permukaan aliran Kali Surabaya, lalu mereka langsung melakukan penanganan awal pada permasalahan itu.
“Debit dari (Bendung) Mlirip ditingkatkan dari 20 meter kubik per detik jadi 25 meter kubik per detik untuk penggelontoran. Tim kami mengambil sampel dan pemantauan kualitas air,” ujarnya.
Kelima titik aliran yang diambil sampelnya dan dilakukan pemantauan adalah, Hulu Kali Tengah, Muara Kali Tengah, Intake Karangpilang, Gunungsari dan Intake Ngagel.
Sementara itu, Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada Surabaya Andilun Gatu menyebut pihaknya melakukan treatment dan menambahkan extra chemical.
Treatment tersebut merupakan perlakuan khusus pada air baku. Di sisi lain, extra chemical merupakan menambah bahan kimia untuk mengurangi kadar bakteri.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















