Karhutla Meluas, Dedi Mulyadi Minta Aktivitas Pendakian Gunung Dihentikan

5 hours ago 2

Karhutla Meluas, Dedi Mulyadi Minta Aktivitas Pendakian Gunung Dihentikan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Petugas BPBD Sumedang saat memadamkan api di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. ANTARA/HO-BPBD Sumedang

jpnn.com - BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan penutupan sementara aktivitas pendakian gunung di Jabar.

Dia menyampaikan instruksi itu seiring meningkatnya luas kebakaran hutan dan lahan di Jabar, dari 196,40 hektare menjadi 228,07 hektare dalam sepekan terakhir.

KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi, meminta pengelola pengelola kawasan pegunungan menutup sementara kawasan untuk aktivitas pendakian demi mencegah kebakaran terus meluas di pegunungan selama musim kemarau.

Dedi khawatir api yang dinyalakan para pendaki akan memicu kebakaran lahan. Begitu juga puntung rokok yang dibuang pendaki dapat memicu kebakaran.

"Pendakian gunung untuk sementara ditutup dahulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api," kata Dedi di Bandung, Selasa (1/9).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, luas lahan dan hutan di provinsi itu yang terbakar hingga Senin (31/8) seluas 228,07 hektare (ha). Kebakaran tersebut terjadi di 178 desa dan kelurahan di 107 kecamatan di seluruh Jawa Barat.

Di berbagai daerah itu, ada 156 kejadian kebakaran. Tiga kabupaten/kota yang paling banyak terjadi kebakaran ialah Kabupaten Sumedang (21 kejadian), Kabupaten Majalengka (17 kejadian), dan Kabupaten Bandung (16 kejadian).

"Berdasarkan luas lahan, kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi mencapai 49,20 hektar, Kabupaten Majalengka 26,16 hektar, dan Kabupaten Bandung 24,80 hektare," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita di lokasi lainnya. (antara/jpnn)

Dedi Mulyadi menginstruksikan penutupan sementara aktivitas pendakian gunung di Jabar, seiring meluasnya karhutla di provinsi itu.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |