Kasus Keracunan MBG di Semarang, Dinkes Temukan Hal Ini

1 day ago 3

Rabu, 05 Agustus 2026 – 08:38 WIB

Kasus Keracunan MBG di Semarang, Dinkes Temukan Hal Ini - JPNN.com Jateng

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M Abdul Hakam. FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menemukan dugaan pelanggaran prosedur dalam pengelolaan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikaitkan dengan insiden ratusan siswa SMKN 6 Semarang mengalami gejala keracunan.

Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam mengungkapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut baru memenuhi tiga dari total 19 standar operasional prosedur (SOP) yang dipersyaratkan.

"Tiga SOP yang terpenuhi adalah distribusi, pemberian makanan kepada siswa, dan bahan baku," kata Hakam di Semarang, Selasa (5/8).

Selain itu, hasil pemeriksaan awal juga menemukan makanan untuk siswa SMKN 6 Semarang telah dimasak sejak pukul 21.00 WIB atau beberapa jam sebelum didistribusikan. Temuan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan bersama dugaan kontaminasi pada menu makanan.

Meski demikian, Hakam menegaskan penyebab pasti insiden belum dapat dipastikan. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber masalah masih menjalani pemeriksaan kultur bakteri di laboratorium.

Menurut dia, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari karena sampel harus dibiakkan terlebih dahulu untuk memastikan ada atau tidaknya bakteri penyebab keracunan.

Sejumlah menu yang diperiksa antara lain rendang, daun singkong, dan telur puyuh. Penentuan sampel dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan wawancara terhadap para siswa yang mengalami gejala.

"Dari hasil anamnesis, sekitar 49 persen mengarah pada menu rendang, sekitar 40 persen telur puyuh, sedangkan sisanya menyebut daun singkong," jelasnya.

Dinkes Kota Semarang mengungkap dapur MBG yang memasok makanan ke SMKN 6 hanya memenuhi 3 dari 19 SOP. Penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil uji labora

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |