KDKMP Mulai Beroperasi September 2026, Zulhas: Diawasi 83 Ribu Kepala Desa

5 hours ago 5

Selasa, 28 Juli 2026 – 10:00 WIB

 Diawasi 83 Ribu Kepala Desa - JPNN.com Jateng

Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sampangan, Kota Semarang, Jawa Tengah. FOTO: ANTARA FOTO/Andry Denisah.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai beroperasi pada September 2026. Sebanyak 35.000 KDKMP itu nantinya akan diawasi oleh 83.000 kepala desa (kades) se-Indonesia.

Zulhas mengatakan saat ini bangunan KDKMP memang telah berdiri, tetapi belum menjalankan operasional.

“Koperasi desa kok belum jalan? Memang belum jalan. Untungnya Rp 70.000, ya memang belum jalan. KDKMP nanti akan mulai jalan September. Sekarang belum, memang sudah jadi bangunannya, belum jalan. Insyaallah September ini akan jadi 35.000,” kata Zulhas saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Senin (27/7).

Dia menyebut KDKMP merupakan milik desa atau, bukan milik pemerintah. Setiap koperasi akan dikelola seorang manajer bersama pengurus yang berasal dari desa setempat.

Untuk menjamin transparansi, pemerintah menyiapkan sistem pengawasan berlapis. Selain diawasi 83 ribu kepala desa, setiap koperasi memiliki sekitar 30 orang pengurus yang ikut mengawasi jalannya program.

“Ada yang nyatut? Kami akan periksa, tetapi semua kelihatan, semua transparan, dan diawasi oleh 83.000 kepala desa. Dan satu desa pengurusnya kira-kira 30. Jadi 83.000 kali 30 ada 2,4 juta orang ikut ngawasi,” ujarnya.

Zulhas juga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa KDKMP bukanlah supermarket atau toko ritel.

Menurutnya, koperasi gagasan Presiden Prabowo Subianto itu merupakan infrastruktur pemerintah di tingkat desa atau kelurahan yang selama puluhan tahun belum dimiliki negara.

Sebanyak 83 ribu kepala desa akan mengawasi KDKMP yang akan beroperasi mulai September 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |