Kekhawatiran Investor Mereda, Rupiah Menguat 71 Poin

4 weeks ago 9

Kekhawatiran Investor Mereda, Rupiah Menguat 71 Poin

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat pada Senin sore (29/6) dipicu respons atas laporan AS dan Iran yang akan saling menahan diri setelah sempat memanas beberapa. Foto/ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat pada Senin sore (29/6) dipicu respons atas laporan AS dan Iran yang akan saling menahan diri setelah sempat memanas.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin sore, menguat 71 poin atau 0,40 persen menjadi Rp 17.851 per USD dari sebelumnya Rp 17.922 per USD.

“Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar," ungkap Lukman, di Jakarta, Senin.

Mengutip Anadolu, Iran mengecam serangan AS terhadap sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatannya dan menuduh Washington melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta pakta yang baru ditandatangani untuk mengakhiri perang.

Iran kemudian merespons dengan menghancurkan delapan fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain melalui serangkaian serangan rudal dan drone.

Konflik tersebut kemudian mereda setelah laporan Axios bahwa AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan dan akan mengadakan pertemuan di Qatar pada Selasa (30/6) untuk membahas perselisihan terkait Selat Hormuz. 

Menurut laporan tersebut, bentrokan yang kembali terjadi dipicu oleh perbedaan penafsiran terhadap implementasi nota kesepahaman (MoU) yang mengakhiri perang, khususnya ketentuan terkait Selat Hormuz.

“Harga minyak yang juga relatif stabil, meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan,” ungkap Lukman.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah menguat pada Senin sore (29/6) dipicu respons atas laporan AS dan Iran saling menahan diri

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |