Kemenkeu Ambil Alih Kepemilikan 60 Persen Saham Whoosh

18 hours ago 10

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Keuangan akan mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa proses pengambilalihan itu ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026.

"Pembahasan yang pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Ini akan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Nanti akan kami percepat, mungkin pertengahan bulan September sudah akan clear, ya,” ujar Menkeu Purbaya kepada awak media di Kantor Kemenkeu Jakarta, Rabu (5/8).

Diketahui, porsi saham tersebut selama ini dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sementara 40 persen sisanya tetap akan dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Menurut Purbaya, nantinya kepemilikan 60 persen saham Whoosh tersebut tidak akan lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau konsorsium PSBI, yang terdiri dari KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII). Namun, kepemilikan porsi 60 persen saham itu akan berada dalam kendali unit SMV di bawah Kemenkeu. “Di saya, bukan (di bawah KAI),” tegas Menkeu Purbaya.

Dia menjelaskan bahwa Whoosh nantinya dikelola melalui unit Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, sehingga tidak akan menjadi beban langsung bagi anggaran endapatan dan belanja negara (APBN).

“Dialihkan Kemenkeu, dikelola oleh saya semuanya KCIC itu, tetapi nanti akan kami pakai salah satu tangan BUMN, SMV Fiskal kita untuk mengelola itu. Kita, kan, punya banyak juga, ada SMV, ada ini, ada lain-lain. Jadi, enggak langsung jadi tanggung jawab APBN,” ungkapnya.

Purbaya menjelaskan dengan skema tersebut, pembiayaan operasional maupun kewajiban KCIC ke depan bakal ditutup dari dividen maupun keuntungan usaha dari SMV di bawah Kemenkeu. “Enggak, SMV, kan, punya untung juga, kan, sebagian dari situ. Kira-kira begitu gambaran kasarnya,” ujar Purbaya.

Dia pun mengungkapkan bahwa pihak China tetap berminat melanjutkan kerja sama, bahkan Kemenkeu membuka peluang perluasan rute proyek kereta cepat hingga ke Jawa Timur.

Kementerian Keuangan akan mengambil alih kepemilikan 60 persen saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.

Read Entire Article
Kabar berita |