Kementerian ESDM Masih Menghadapi Kondisi Survival, Ini Penyebabnya

2 hours ago 3

Kementerian ESDM Masih Menghadapi Kondisi Survival, Ini Penyebabnya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi penambangan minyak mentah Indonesia. Foto: ANTARA/HO-Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan saat ini Indonesia berada dalam kondisi survival dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sejak terjadinya krisis energi global pada Februari 2026.

“Hingga saat ini, strategi kami masih sama, yaitu dalam kondisi ‘survival mode’. Artinya, selalu siap mengantisipasi gejolak atau dinamika perubahan yang cepat,” ujar Dwi Anggia di Jakarta, Senin (27/7).

Anggia menyampaikan pemerintah berharap kondisi global segera membaik, tetapi tidak ada yang bisa menjamin konflik segera berakhir.

Oleh karena itu, Anggia mengatakan langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM adalah melakukan diversifikasi sumber-sumber impor, baik untuk minyak mentah, maupun untuk BBM dan LPG.

“Pemerintah juga terus memitigasi dan memperkuat stok energi untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat,” ujar Anggia.

Anggia menambahkan ketika harga minyak mentah mengalami peningkatan di pasar internasional, Indonesia juga turut menuai keuntungan sebab menghasilkan 600 ribu barel minyak per hari.

“Secara APBN akan menaikkan pendapatan negara dari sisi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) penjualan minyak mentah,” kata Anggia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan saat ini Indonesia berada dalam kondisi survival dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia akib

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |