Kemiskinan di Perdesaan Jateng Lebih Tinggi daripada Perkotaan

15 hours ago 3

Kamis, 06 Agustus 2026 – 10:00 WIB

Kemiskinan di Perdesaan Jateng Lebih Tinggi daripada Perkotaan - JPNN.com Jateng

Ilustrasi pemukiman kumuh di bantaran sungai. FOTO: Ricardo/JPNN.com.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di perdesaan Jawa Tengah (Jateng) masih lebih tinggi ketimbang perkotaan pada Maret 2026.

Berdasarkan data BPS Jateng, persentase penduduk miskin di perdesaan mencapai 9,96 persen, sedangkan di wilayah perkotaan sebesar 8,59 persen.

Walakin, Kepala BPS Jateng Ali Said mengatakan secara keseluruhan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah terus mengalami penurunan.

Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Jateng tercatat sebanyak 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk. Angka tersebut turun 0,18 persen dibandingkan September 2025 yang tercatat 9,39 persen.

Jumlah tersebut berkurang 59.390 orang dibandingkan September 2025 dan turun 81.250 orang dibandingkan Maret 2025.

“Berdasarkan garis kemiskinan tersebut, pada Maret 2026 terdapat sebanyak 3,29 juta penduduk miskin di Jawa Tengah. Dibandingkan September 2025 jumlah penduduk miskin turun 59.390 orang dan dibandingkan Maret 2025 turun 81.250 orang,” tutur Ali, Rabu (5/8).

Jika dibandingkan dengan Maret 2025, tingkat kemiskinan Jateng juga turun 0,27 persen dari sebelumnya 9,48 persen.

Ali menjelaskan BPS menggunakan metodologi pemenuhan kebutuhan dasar atau basic need approach untuk mengukur tingkat kemiskinan.

Secara persentase, penduduk miskin di perdesaan mencapai 9,96 persen, sedangkan di wilayah perkotaan sebesar 8,59 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |