banten.jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan analisis citra satelit hari ini, Minggu (6/9) sekitar pukul 08.00 WIB mengindentifikasi dua kluster sebaran abu vulkanik melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan peringatan dini untuk cuaca penerbangan atau significant meteorological information (Sigmet) sudah diterbitkan terhitung 50 kali.
"Pembaruan Sigmet terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50 ribu kaki ke arah barat," ucap Andri, Minggu (6/9).
Dia menjelaskan akibat sebaran abu vulkanik tersebut terdapat beberapa bandar udara (bandara) menutup sementara operasional penerbangan.
"Penutupan operasional sementara Bandar Udara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Budiarto," ujarnya.
"Kondisi operasional penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik," sambung dia.
Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menambahkan berdasarkan pemantauan 20 sensor tsunami di sekitar Selat Sunda tidak menunjukkan anomali muka air laut.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















