jabar.jpnn.com, DEPOK - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri memberikan pandangannya mengenai kasus mutilasi yang tengah ditangani kepolisian di Kota Depok.
Menurutnya, penyidik perlu mendalami secara komprehensif kronologi dan motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut, termasuk kemungkinan adanya dugaan tindak pidana seksual sebelum pembunuhan terjadi.
Reza menegaskan bahwa pandangannya merupakan analisis berdasarkan informasi yang telah beredar dan bukan kesimpulan atas perkara yang saat ini masih dalam proses penyidikan.
"Berdasarkan kronologi yang ada, bisa jadi pelaku S ini akan dijahati secara seksual oleh K. Itu terindikasi dari 'dipegang-pegang'. Sebagai korban, S melakukan perlawanan," ujar Reza.
Ia mengatakan, proporsional atau tidaknya tindakan perlawanan yang dilakukan seseorang bergantung pada situasi yang dihadapi, termasuk apabila terdapat ancaman tindak pidana seksual.
"Tergantung. Andai K sesungguhnya berniat mencabuli S (male rape), maka tindakan perlawanan S bisa jadi setara dengan bobot viktimisasi yang nyaris dia alami," katanya.
Atas dasar itu, Reza menilai penyidik perlu mendalami kemungkinan bahwa pihak yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka semula berada dalam posisi sebagai korban.
"Walau S saat ini disebut sebagai pelaku dan K sebagai korban, polisi perlu mendalami seberapa jauh realitasnya bahwa S semula adalah korban. Korban yang melawan terhadap orang yang akan menjahatinya," ujarnya.

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
.jpeg)

