jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Azis Subekti menilai masyarakat internasional perlu membangun paradigma koeksistensi dalam menyikapi ketegangan Amerika Serikat–Iran di kawasan Teluk dan meningkatnya pembicaraan terkait perang Rusia–Ukraina.
Mulanya, Azis menyebut keterhubungan ekonomi dan kemajuan teknologi membuat dampak konflik menjangkau wilayah yang jauh dari pusat peperangan.
Menurut dia, gangguan di jalur perdagangan dapat mengerek biaya energi. Serangan siber di satu negara bisa mengganggu sistem keuangan negara lain.
Sementara itu, kata dia, penggunaan drone membuat fasilitas bernilai tinggi dapat diserang dengan biaya yang relatif murah.
“Kita hidup dalam dunia yang makin terintegrasi, tetapi membawa perangkat psikologis yang dibentuk oleh ribuan tahun kompetisi antarkelompok,” kata Azis dalam tulisannya yang berjudul Dari Paradigma Kemenangan Menuju Paradigma Koeksistensi seperti dikutip, Senin (27/7).
Dia mengatakan dalam konflik modern, keberhasilan di medan perang tidak selalu menghasilkan keuntungan politik dan ekonomi.
Azis mengatakan negara atau kelompok yang mampu menyerang lawannya juga belum tentu mampu mengendalikan konsekuensi serangan tersebut.
“Semua pihak dapat menyerang. Tetapi makin sedikit pihak yang mampu menang secara mutlak,” ujarnya.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
