jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PKM PI) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan sebuah inovasi pakan ikan cerdas bernama PelletQ-AI.
Inovasi ini hadir untuk menjawab persoalan klasik para pembudidaya ikan, khususnya lonjakan harga pakan komersial yang kian membebani biaya produksi.
Ekosistem yang memadukan platform digital, kecerdasan buatan, dan mesin ekstrusi otomatis ini dikembangkan secara khusus untuk membantu mitra budidaya lele di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Saat ini, harga pakan mencapai Rp 250.000 per sak, sementara pakan menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan keberhasilan usaha budidaya dengan menyumbang sekitar 60-70 persen biaya operasional,” kata Fikri, Senin (7/9).
Pengeluaran yang besar ini sayangnya tidak diimbangi oleh kenaikan harga jual lele yang cenderung stagnan di pasaran sehingga terus menggerus margin keuntungan peternak.
Tanpa adanya fasilitas mesin pencetak dan sistem penyusun formulasi nutrisi mandiri, pembudidaya sebelumnya tidak memiliki pilihan selain menggantungkan seluruh proses produksi pada pakan olahan pabrik yang mahal.
Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa UGM merancang PelletQ-AI sebagai sistem produksi terintegrasi dari hulu ke hilir.
Proses manufaktur dimulai ketika pembudidaya mengunggah data bahan baku lokal beserta harganya melalui platform app.pelletqai.com.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















