jogja.jpnn.com, BANTUL - Aroma melati menguar di antara riuh kebahagiaan keluarga dan tamu yang memadati halaman. Di bawah terik matahari pagi, sebelas pasangan pengantin bersiap mengukir sejarah baru dalam hidup mereka melalui prosesi nikah massal unik yang digelar di Kemantren Sewon, Bantul, Kamis (28/8).
Bukan pelaminan megah atau gedung berdekorasi mewah yang menjadi panggung utama, melainkan armada truk tangki air bersih.
Dimas Wahyu Saputra dan Desya Ayulian Cristianingrum bersama sepuluh pasangan lainnya tampak antusias mengikuti arak-arakan menuju KUA Sewon.
Gelak tawa dan sorak-sorai penonton pecah saat menyaksikan para pengantin dengan balutan busana adat itu berjuang menaiki tangga truk tangki air.
"Awalnya saya tidak menyangka, tetapi alhamdulillah bahagia. Bahagianya itu sensasi ijab kabulnya yang dilakukan di atas truk tangki air," ujar Dimas usai mengucap janji suci.
Sensasi unik tersebut rupanya menyimpan pesan kemanusiaan yang mendalam.
Kebahagiaan pasangan pengantin ini dipadukan dengan aksi sosial pendistribusian 25 tangki air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Air bersih tersebut tak sekadar menjadi pelengkap acara, melainkan bagian dari mahar pernikahan.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















