Merespons Keluhan Industri, Pemerintah Menurunkan Harga LNG Jadi USD13 Per MMBTU

3 weeks ago 13

Merespons Keluhan Industri, Pemerintah Menurunkan Harga LNG Jadi USD13 Per MMBTU

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Ryana Aryadita/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah merespons tantangan harga gas bumi bagi sektor industri nasional.

Sebelumnya, pelaku bisnis industri keramik dan tekstil mengeluh harga gas yang mahal, sehingga terancam merumahkan ribuan buruh pabrik karena tekanan biaya produksi. 

Menyusul hal itu, pemerintah menetapkan harga liquefied natural gas (LNG) untuk industri non-HGBT sebesar USD 13 per MMBTU, dari sebelumnya di kisaran USD 23.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan tidak terdapat isu pasokan bagi wilayah Jawa Timur, tetapi kendala terjadi di wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta akibat penurunan produksi di kilang setempat.

Penurunan produksi di wilayah Barat tersebut memaksa penyaluran gas menggunakan Liquefied Natural Gas (LNG) yang didatangkan dari wilayah luar Jawa seperti Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.

Besarnya biaya transportasi dan proses regasifikasi inilah yang menyebabkan harga di tingkat pasar sempat melonjak drastis.

"Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu dua puluh sampai dengan dua puluh tiga dollar per MM," kata Bahlil di kantor Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (29/6).

Dia menegaskan persoalan yang dihadapi saat ini bukanlah ketersediaan gas, melainkan tingginya biaya distribusi LNG.

Pemerintah mengambil langkah merespons tantangan harga gas bumi bagi sektor industri nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |