Neraca Dagang Surplus USD 4,03 Miliar, Sektor Nonmigas Jadi Tulang Punggung

3 weeks ago 24

Neraca Dagang Surplus USD 4,03 Miliar, Sektor Nonmigas Jadi Tulang Punggung

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Barang yang akan diekspor (Ilustrasi). Foto dok Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus kumulatif sebesar USD 4,03 miliar pada periode Januari–Mei 2026, meskipun terdapat peningkatan defisit di sektor migas sebesar USD 1,61 miliar.

Surplus tersebut ditopang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 16,31 miliar yang mampu mengimbangi defisit migas sebesar USD 12,28 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan kinerja perdagangan nonmigas masih menjadi fondasi utama perdagangan luar negeri Indonesia.

"Ini membuktikan kinerja perdagangan nonmigas Indonesia masih tetap kokoh di tengah tantangan global," ujar Mendag Busan dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Budi menyebut pada Mei 2026, defisit perdagangan terutama dipengaruhi meningkatnya defisit sektor migas yang mencapai USD 3,76 miliar.

Defisit tersebut berasal dari hasil minyak sebesar USD 3,40 miliar dan minyak mentah sebesar USD 0,70 miliar, sementara perdagangan gas alam masih mencatatkan surplus USD 0,35 miliar.

Di tengah tekanan pada sektor migas, perdagangan nonmigas membukukan surplus USD 2,15 miliar pada Mei 2026.

Adapun tiga komoditas penyumbang surplus terbesar yakni bahan bakar mineral (HS 27) senilai USD 2,54 miliar, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar USD 2,21 miliar, serta besi dan baja (HS 72) sebesar USD 1,38 miliar.

Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus kumulatif sebesar USD 4,03 miliar pada periode Januari–Mei 2026, meskipun sektor migas defisit.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |