Overkapasitas Lapas di Jawa Tengah Kian Parah, DPD: di Demak Paling Memprihatinkan

5 hours ago 3

Selasa, 28 Juli 2026 – 10:25 WIB

 di Demak Paling Memprihatinkan - JPNN.com Jateng

Petugas lapas memeriksa para warga binaan. Ilustrasi Dok: source for JPNN.

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wakil Ketua Komite I DPD RI Muhdi menyoroti persoalan kelebihan kapasitas atau overkapasitas yang dialami sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas), termasuk di Jawa Tengah.

Dalam rapat kerja inventarisasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan di Semarang, Senin (28/7), Muhdi menyebut kondisi Lapas Demak menjadi salah satu yang paling memprihatinkan.

Menurut dia, jumlah penghuni di Lapas Demak telah mencapai sekitar 300 persen dari kapasitas yang tersedia.

"Ini menjadi persoalan yang luar biasa. Kapasitasnya sangat terbatas sehingga perlu ada upaya penanganan, termasuk kemungkinan pemindahan dan penambahan fasilitas," kata Muhdi.

Rapat tersebut menghadirkan Kepala Lapas Perempuan Semarang, Lapas Ambarawa, dan Lapas Demak untuk memaparkan berbagai persoalan yang dihadapi.

Selain overkapasitas, Muhdi juga menyoroti tingginya angka narapidana kasus narkotika yang kembali melakukan tindak pidana setelah bebas.

"Ini menjadi kekhawatiran kami bersama karena banyak warga binaan yang kembali lagi ke lapas," ujarnya.

Persoalan lain yang mengemuka ialah kondisi Lapas Ambarawa yang masih menempati bangunan pinjaman, minimnya tenaga medis tetap, keterbatasan sumber daya manusia, hingga anggaran yang dinilai belum memadai.

DPD RI menyoroti krisis overkapasitas lapas. Lapas Demak disebut telah dihuni hingga 300 persen dari kapasitas, sementara mayoritas napi tersandung kasus narkot

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |