Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari

21 hours ago 6

Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pabrik Energi Baru Terbarukan (RDF) di TPA Burangkeng Kabupaten Bekasi oleh Asiana Technologies. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai berproduksi pada awal Januari 2027.

Fasilitas yang kini memasuki tahap konstruksi tersebut akan menggunakan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng sebagai bahan baku.

Founder Asiana Technologies Poltak Sitinjak mengatakan fasilitas tersebut ditargetkan akan mengolah 1.250 ton Sampah Landfill dan akan menghasilkan RDF sebanyak 650 ton per hari.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk adalah offtaker hasil produksi RDF tersebut.

"Investor adalah Asiana Technologies yang telah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Indocement sebagai offtaker,” kata Poltak dalam keterangan tertulis diterima pada Senin (21/9).

Poltak mengatakan pengembangan fasilitas RDF merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif.

Menurut dia, Asiana Technologies juga akan membangun fasilitas serupa di sejumlah TPA untuk memasok RDF ke industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Dia menyebut model Waste to Fuel dapat dikembangkan melalui skema business to business tanpa subsidi pemerintah.

Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai berproduksi pada awal Januari 2027.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |