jatim.jpnn.com, SURABAYA - Munculnya pagar besi di area luar sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya belakangan menjadi perhatian publik. Selain memicu perbincangan di media sosial, fenomena tersebut juga dinilai menarik dari sudut pandang desain kota dan arsitektur.
Dosen Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya Rully Damayanti menilai pemasangan pembatas fisik di kawasan mal umumnya dilakukan untuk alasan keamanan, pengaturan alur pengunjung, hingga penyesuaian terhadap pengembangan jalan di sekitar bangunan.
Namun, menurut dia, perancangan pagar idealnya tetap mempertimbangkan keselarasan visual dengan bangunan utama.
"Dalam arsitektur biasanya ada pengulangan elemen visual, seperti material, warna, atau pola bentuk dari bangunan utama ke rancangan pagar agar tercipta kesatuan desain," ujar Rully.
Dia menjelaskan tanpa keterkaitan visual tersebut, keberadaan pagar dapat mengurangi estetika keseluruhan bangunan dan membuat elemen pembatas tampak terpisah dari proporsi gedung.
Rully yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra mengatakan pagar tidak hanya memengaruhi tampilan bangunan, tetapi juga membentuk persepsi ruang.
Menurutnya, pagar yang terlalu tinggi dapat membatasi pandangan masyarakat dan menimbulkan kesan bangunan yang tertutup serta eksklusif, padahal pusat perbelanjaan pada dasarnya merupakan ruang publik yang diakses oleh masyarakat luas.
Dia menjelaskan pendekatan desain yang menitikberatkan pada pembatasan dan keamanan ketat dikenal sebagai arsitektur defensif. Strategi ini bertujuan mencegah kejahatan, vandalisme, maupun tindakan lain yang berpotensi merusak fasilitas.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
