jpnn.com, JAKARTA - Transportasi online menjadi salah satu pilihan ketika harus pulang sendirian pada malam hari. Meski praktis, perjalanan pada jam yang lebih sepi tetap membutuhkan perhatian lebih terhadap aspek keamanan.
Bagi penumpang, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan seperti memastikan identitas pengemudi dan kendaraan sesuai dengan informasi di aplikasi. Lalu memilih titik penjemputan yang aman, memberi tahu orang terdekat, hingga memperhatikan perjalanan melalui peta.
Selain langkah yang dilakukan penumpang, sejumlah platform transportasi online kini juga menyediakan teknologi dan fitur keselamatan sebagai lapisan tambahan selama perjalanan.
Grab, misalnya, menerapkan sejumlah mekanisme mulai dari pencocokan pengemudi untuk perjalanan malam dan penumpang yang dinilai lebih rentan, berbagi perjalanan secara real-time, pemantauan perjalanan berbasis GPS, hingga akses bantuan dalam kondisi darurat.
Ketika kendaraan tiba, penumpang mesti cocokkan nama dan foto pengemudi, jenis kendaraan, serta nomor polisi dengan informasi yang tertera di aplikasi. Jangan langsung menaiki kendaraan apabila terdapat informasi yang berbeda dengan pemesanan.
Penumpang juga mesti menentukan titik penjemputan yang aman, terdapat aktivitas orang lain, dan terang. Sebelum berangkat, penumpang juga dapat melihat perkiraan rute menuju tujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai arah perjalanan.
Aplikasi Grab mendukung mekanisme Safer Allocation for Night Rides & Vulnerable Passengers. Mekanisme itu bekerja sejak tahap pencocokan perjalanan, termasuk pada periode malam seperti pukul 22.00 hingga 06.00, serta untuk penumpang yang dinilai lebih rentan.
Sistem tersebut dirancang untuk memprioritaskan pencocokan perjalanan dengan mitra pengemudi yang lebih berpengalaman dan memiliki rating tinggi.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















