jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Industri parfum lokal terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya minat masyarakat terhadap wewangian turut mendorong lahirnya berbagai merek baru dengan konsep dan strategi yang beragam.
Persaingan di industri tersebut kini tidak lagi hanya menghadirkan aroma yang menarik, tetapi juga membangun identitas merek dan pengalaman yang berkesan bagi konsumen.
Salah satu brand yang mengusung pendekatan tersebut ialah Erflow Perfumery. Merek parfum asal Bandung yang berdiri pada 2025 itu memilih menghadirkan karakter aroma orisinal dibanding mengikuti tren parfum yang mengadaptasi wewangian populer.
Erflow meyakini sebuah produk tidak cukup hanya mengandalkan kualitas. Setiap koleksi juga perlu memiliki cerita dan karakter yang mampu membangun hubungan emosional dengan penggunanya.
Pendekatan itu turut diterapkan dalam strategi pemasarannya. Alih-alih mengandalkan kampanye iklan berskala besar, Erflow memilih tumbuh secara organik melalui pengalaman konsumen yang kemudian dibagikan di media sosial, terutama TikTok.
Strategi tersebut diklaim membuahkan hasil. Hingga kini, Erflow telah mencatat sekitar 24 ribu penjualan yang didorong oleh ulasan organik dari para pengguna.
Salah satu koleksi yang menjadi andalan ialah Sniff & Wander, seri parfum bertema perjalanan yang menghadirkan pengalaman berbeda melalui setiap aroma.
Empat variannya dirancang dengan karakter yang berbeda.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
