PB SEMMI Sebut Isu Pergantian Kapolri Digulirkan untuk Mengganggu Stabilitas Nasional

13 hours ago 5

PB SEMMI Sebut Isu Pergantian Kapolri Digulirkan untuk Mengganggu Stabilitas Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi - Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) menginspeksi pasukan dalam upacara HUT ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (1/7/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/rwa/pri. (ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA)

jpnn.com - Ketua Umum terpilih Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Achmad Donny menilai isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sengaja digulirkan pihak tertentu untuk mengganggu stabilitas nasional.

Donny menyebut hingga saat ini tidak ada Surat Presiden (Surpres) yang berkaitan dengan pergantian Kapolri.

"Sejauh ini Kapolri berkinerja baik. Isu pergantian Kapolri sengaja ditiup untuk mengganggu stabilitas nasional. Ini dilakukan oleh pihak-pihak yang terganggu dengan sikap tegas Kapolri dalam penegakan hukum," kata Donny dalam keterangannya, Kamis (6/8).

Menurut Donny, isu tersebut tidak memiliki dasar yang kuat apabila melihat kinerja Polri dalam penegakan hukum.

Dia mengingatkan bahwa pengangkatan dan pemberhentian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden sehingga kabar mengenai adanya Surpres pergantian Kapolri dinilai hanya membangun opini di ruang publik.

"Surpres Kapolri tidak lebih sebagai framing negatif terhadap Kapolri. Faktanya, pimpinan Komisi III DPR RI menyatakan tidak ada Surat Presiden mengenai pergantian Kapolri," ujarnya.

Donny mengapresiasi pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang menyebut komisinya belum pernah menerima maupun melihat Surpres terkait pergantian Kapolri.

Menurut dia, pernyataan tersebut seharusnya mengakhiri spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketum PB SEMMI Achmad Donny menilai isu pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sengaja digulirkan untuk mengganggu stabilitas nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |