jatim.jpnn.com, SURABAYA - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan mengubah pola komunikasi politik dengan mengurangi penggunaan banner dan atribut di ruang publik.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah mengatakan mulai September mendatang pihaknya akan mengedarkan surat kepada seluruh DPC agar tidak lagi memasang banner di pinggir jalan maupun sejumlah tempat lainnya.
“Kita peduli terhadap lingkungan, mulai September yang akan datang, DPD Jawa Timur akan mengedarkan surat kepada DPC-DPC untuk tidak lagi memasang banner-banner di pinggir jalan, di berbagai tempat,” kata Said saat memberikan sambutan dalam Konsolidasi Internal PDI Perjuangan Jatim di Surabaya, Minggu (23/8).
Menurut dia, pemasangan banner secara sembarangan bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap lingkungan.
“Bukan sekadar merusak pemandangan, tetapi itu namanya tidak peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sebagai gantinya, Said meminta seluruh jajaran partai memaksimalkan media sosial. Dia mengatakan pengurus mulai tingkat DPD, DPC, PAC hingga ranting wajib memiliki media sosial.
“Wajib hukumnya setiap pengurus DPD, pengurus DPC, pengurus PAC, pengurus Ranting punya medsos,” tutur Said.
Menurut dia, media sosial tidak hanya digunakan untuk menyampaikan aktivitas partai kepada publik.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















