kalsel.jpnn.com, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Perumda Pasar menggiatkan pelatihan untuk para pedagang pasar tradisional agar bisa beradaptasi di era digital, salah satunya di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menyampaikan ratusan pedagang di pasar Sentra Antasari antusias mengikuti kegiatan tersebut, sebab mereka menyadari perputaran ekonomi tidak hanya ditopang oleh toko offline saja, tetapi juga toko online.
Sebab, lanjut Ananda, omset yang dihasilkan melalui toko online terus berkembang dan berpotensi. Sehingga, para pedagang dinilai perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi transisi menuju digitalisasi.
“Toko offline tetap jalan, toko online juga jalan. Jadi saling melengkapi,” ujarnya.
Dia meminta Perunda Pasar, BUMD milik Pemkot Banjarmasin tersebut terus menggiatkan ke pedagang pasar tradisional lainnya, sebab ada puluhan pasar tradisional di kota ini.
"Kami upayakan menghidupkan kembali suasana pasar tradisional, sebagai pasar rakyat yang terus bisa beradaptasi di era modern dan digitalisasi," ucapnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Muhammad Abdan Syakura menyampaikan, pihaknya berupaya untuk menghidupkan kembali kemajuan pasar tradisional lewat membekali para pedagang semakin memahami dan mampu memanfaatkan teknologi digital.
“Jadi ini menjadi tantangan bagi para pedagang, bagaimana mereka bisa beradaptasi terhadap kecanggihan teknologi kemudian perilaku pasar dan lainnya,” ujarnya.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















