jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Enam gunung api di Indonesia erupsi nyaris dalam waktu yang bersamaan. Keenam gunung tersebut, yaitu Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Sinabung di Sumatera Utara serta Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ile Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.
Fenomena geologi yang tergolong langka ini menjadi perhatian publik karena dampaknya yang besar.
Pakar Vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Agung Harjiko menegaskan bahwa keenam gunung api tersebut tidak berkaitan satu sama lain.
"Kondisi setiap gunung api memang bebeda-beda. Jadi, gunung tersebut tidak saling mempengaruhi," katanya dalam acara diskusi Pojok Bulaksumur UGM pada Rabu (9/9).
Terlebih lagi, katanya, jarak antara gunung-gunung itu sangat jauh sehingga tidak memungkinkan saling mempengaruhi ketika terjadi erupsi.
Senada dengan Agung, Guru Besar Departemen Geologi UGM Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa gunung api memiliki kesamaan sebagai produk terkait tektonik lempeng.
"Tergantung lempeng tektoniknya. Lempeng yang tumbukan tadi itu luas sekali, ribuan kilometer, tetapi kan tidak satu lempeng yang utuh," kata mantan kepala BMKG tersebut.
Selain itu, ia mengatakan adanya data yang mengungkap peningkatan tren seismisitas secara global.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















