Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media

8 hours ago 2

Minggu, 26 Juli 2026 – 20:00 WIB

Polemik Penawaran Advertorial Tempo ke Agrinas, Pengamat Soroti Independensi Media - JPNN.com Jabar

Pengamat media massa dari Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Umaimah Wahid. Foto: Source for JPNN.com

jabar.jpnn.com, BOGOR - Polemik antara Tempo Media Group dan PT Agrinas Pangan Nusantara memunculkan kembali perdebatan mengenai batas antara kepentingan bisnis perusahaan pers dan independensi ruang redaksi.

Persoalan itu mencuat setelah beredar surat penawaran kerja sama program komunikasi strategis atau advertorial dari divisi bisnis Tempo kepada Agrinas.

Penawaran tersebut muncul di tengah pemberitaan kritis media Tempo mengenai tata kelola program Koperasi Desa Merah Putih yang melibatkan Agrinas.

Kondisi tersebut kemudian menjadi sorotan sejumlah pengamat media massa. Mereka menilai persoalan itu perlu dilihat secara hati-hati karena menyangkut kepercayaan publik terhadap independensi pers dan pemisahan fungsi bisnis dengan kerja jurnalistik.

Pengamat media massa dari Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Umaimah Wahid, mengatakan relasi antara media, kepentingan ekonomi, dan pihak-pihak yang menjadi objek pemberitaan perlu dikelola secara transparan agar tidak menimbulkan konflik kepentingan.

"Ya, menurut saya ini mengkhawatirkan. Dalam pemahaman saya, media itu sulit netral, apalagi ketika sudah memiliki relasi dengan kekuasaan dan juga dengan pengusaha," kata Umaimah, Minggu (26/7/2026).

Menurut dia, kepentingan komersial perusahaan pers tidak boleh mengurangi objektivitas pemberitaan yang menjadi bagian dari hak publik untuk memperoleh informasi.

"Jangan sampai kepentingan komersial atau kepentingan ekonomi itu menghancurkan netralitas media atau setidaknya objektivitas media untuk memenuhi hak publik terhadap informasi," ujarnya.

Polemik Tempo dan Agrinas menyoroti batas kepentingan bisnis media dan independensi redaksi. Pengamat mengingatkan pentingnya etika jurnalistik

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |