jpnn.com, JAKARTA - President University memperkuat program internasionalisasi melalui mobilitas mahasiswa dua arah atau inbound dan outbound.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia sekaligus membuka akses bagi mahasiswa President University menempuh pengalaman akademik di luar negeri.
Sepanjang 2025 hingga 2026, President University menyebut telah mengirimkan ratusan mahasiswa untuk mengikuti berbagai program outbound di universitas mitra di sejumlah negara.
Pada periode sama, kampus yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, itu juga menerima mahasiswa dari Amerika Serikat, Brasil, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, serta lebih dari 20 negara lainnya melalui berbagai program inbound.
President University menyatakan jumlah peserta program mobilitas internasional tersebut masih berpotensi bertambah karena sejumlah kegiatan berlangsung hingga akhir 2026.
Saat ini, mahasiswa dan alumni President University disebut berasal dari 52 negara. Lingkungan akademik tersebut turut didukung penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan perkuliahan.
Program mobilitas mahasiswa dikelola melalui International Office President University. Unit tersebut menangani pendampingan mahasiswa internasional, mulai dari proses penerimaan, administrasi dan legalitas, orientasi, hingga proses adaptasi selama menjalani studi di Indonesia.
Sementara untuk mahasiswa yang akan mengikuti program outbound, International Office memberikan pendampingan dalam pemilihan universitas tujuan, penyelarasan mata kuliah, pengurusan dokumen, hingga persiapan keberangkatan.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)














