Regenerasia Soroti Peran Kesehatan Sel dan Hormon dalam Kedokteran Regeneratif

2 hours ago 4

Regenerasia Soroti Peran Kesehatan Sel dan Hormon dalam Kedokteran Regeneratif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

CEO Regenerasia Kharisma Hidayat mengatakan, persiapan tubuh diperlukan agar pasien berada dalam kondisi yang lebih optimal saat menerima terapi. Foto dokumentasi Regenerasia

jpnn.com - Meningkatnya angka harapan hidup membuat masyarakat tidak hanya ingin hidup lebih panjang, tetapi juga tetap sehat, aktif, dan produktif hingga usia lanjut. 

Marketing and Partnership Manager SCCR, dr. Jutadi Aziz, MBBS, mengatakan, perkembangan teknologi stem cell di Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya ditandai dengan hadirnya produk terkait stem cell yang telah memperoleh sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. 

"Kehadiran sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap perkembangan kedokteran regeneratif," kata Dr. Jutadi dalam forum edukasi bertajuk The Science of Aging Well: Cells, Hormones, and Longevity besutan Regenerasia baru-baru ini.

Meski teknologi medis terus berkembang, ia menegaskan bahwa kualitas sel juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Pola makan yang seimbang, tidur yang cukup, serta olahraga secara rutin merupakan fondasi utama untuk menjaga kesehatan sel agar tetap berfungsi secara optimal.

Sementara itu, Aesthetic Clinician and Veritas Identitas, dr. Isabella Sillar, MBBS (Hons) menyoroti pentingnya hormon dalam mengatur energi, metabolisme, proses pemulihan, suasana hati, dan kualitas hidup secara keseluruhan. 

"Perubahan tingkat energi bisa menjadi salah satu tanda awal untuk memahami kondisi kesehatan tubuh secara lebih menyeluruh," ungkapnya.

Pemeriksaan yang tepat memungkinkan penanganan tidak hanya berfokus pada gejala, tetapi juga pada berbagai faktor yang mendasarinya. Meski demikian, pemeriksaan maupun terapi hormon harus dilakukan berdasarkan indikasi medis dan berada di bawah pengawasan dokter.

Baik Dr. Jutadi dan dr. Isabella juga menjelaskan bahwa CAP+ bisa digunakan sebagai terapi pendamping setelah tindakan stem cell guna mendukung proses regenerasi jaringan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

Regenerasia menyoroti peran kesehatan sel dan hormon dalam kedokteran regeneratif

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |