jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Citra Institute Efriza menilai ritual injak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat berada di Lampung lebih tepat dipahami sebagai bagian dari tradisi adat.
Menurut dia, penafsiran bahwa ritual tersebut merupakan simbol perlawanan terhadap PDI Perjuangan justru berpotensi merugikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"Kalau dianggap sebagai pesan politik untuk menantang PDIP, justru itu tidak menguntungkan PSI," kata Efriza kepada JPNN.com (29/6).
Dia menjelaskan PDIP merupakan partai besar dengan struktur organisasi yang sudah kuat sehingga narasi konfrontasi hanya akan membuat partai tersebut semakin terkonsolidasi.
"PDIP adalah partai pemenang dengan mesin politik yang sudah mapan. Kalau ditantang melalui simbol-simbol seperti itu, efeknya justru bisa memperkuat konsolidasi mereka," ujarnya.
Efriza menilai apabila ritual tersebut terus dikaitkan dengan hubungan Jokowi dan PDIP yang memburuk, maka narasi politik yang berkembang justru tidak menguntungkan PSI.
"Kalau simbol itu dimaknai sebagai tantangan terhadap PDIP, menurut saya itu menjadi interpretasi politik yang malah merugikan PSI sendiri," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Jokowi menjalani ritual menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat dari lima kerajaan adat di Kedaton Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6).



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
