jpnn.com, JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti ketimpangan dalam penyaluran subsidi dan kompensasi listrik yang terjadi selama ini.
Menurut Said, alokasi anggaran negara justru lebih banyak dinikmati kelompok menengah atas.
Said mengkritik keras sistem yang ada karena industri besar pun masih mendapatkan kompensasi.
Dia menilai hal ini tidak adil bagi masyarakat miskin yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima bantuan pemerintah.
"Kompensasi itu lebih banyak dimanfaatkan oleh orang yang menengah atas," kata Said kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja, Senin (29/6).
Said menekankan harga listrik yang dibayar kelompok atas bukanlah harga keekonomian.
Ada elemen kompensasi negara di dalamnya yang seharusnya bisa dialokasikan untuk sektor yang lebih produktif.
Dia memberikan saran agar pemerintah melakukan pemetaan ulang melalui desil rumah tangga.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5536828/original/015894100_1774345041-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-3.jpg.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364338/original/054791800_1759066919-Borneo_FC_1.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5518239/original/013028600_1772493872-Latihan_Persija-8.jpg)
