jpnn.com, KUNINGAN - Program Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera (Desa Emas) mendorong pengembangan produk unggulan desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melalui konsep One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Program yang digagas Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) dengan dukungan pemerintah daerah tersebut diarahkan untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kabupaten Kuningan memiliki potensi sumber daya alam yang beragam, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga kehutanan.
Namun, sebagian komoditas lokal masih dipasarkan sebagai bahan mentah atau olahan sederhana sehingga nilai tambah yang diperoleh pelaku usaha belum maksimal.
“Teknologi hilirisasi yang didampingi riset harus memberikan solusi praktis dan terintegrasi sehingga hasil riset dapat diimplementasikan langsung oleh kelompok usaha,” ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis, Rabu (16/9).
Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Desa Emas menggelar pelatihan hilirisasi aneka produk di UPTD PLUT KUMKM Kuningan pada 10–11 September 2026.
Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM.
General Manager Yayasan Inotek Dewi Suryani mengatakan workshop selama dua hari itu diikuti 52 peserta dari delapan kelompok usaha.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













