Sepakat dengan Ketum PDIP, Waketum PAN: Sistem di Indonesia Tak Mengenal Oposisi

2 hours ago 2

 Sistem di Indonesia Tak Mengenal Oposisi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Waketum PAN Viva Yoga Mauladi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengaku sepakat dengan Presiden kelima RI yang juga Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut sistem ketatanegaraan Indonesia tak mengenal oposisi.

"Pemerintahan presidensial di Indonesia, secara konstitusional tidak mengenal adanya istilah partai oposisi sebagai lembaga negara, seperti sistem pemerintahan parlementer," kata dia kepada awak media, Kamis (13/8).

Viva Yoga melanjutkan dalam sistem kenegaraan di Indonesia hanya mengenal partai politik pendukung pemerintah atau tidak bergabung dalam kabinet.

"Sebab tidak ada satu pun pasal di dalam UUD NRI 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet, maupun partai penyeimbang," lanjut dia.

Viva Yoga mengatakan dalam teori demokrasi modern, pemerintah yang kuat harus diimbangi dengan mekanisme pengawasan yang kuat agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power.

Oleh karena itu, lanjutnya, keberadaan partai yang tidak bergabung dalam pemerintahan bukanlah musuh pemerintah, melainkan satu instrumen demokrasi.

"Pemerintah membutuhkan dukungan agar dapat bekerja, tetapi demokrasi membutuhkan pengawasan agar kekuasaan tidak menyimpang," kata dia.

Viva Yoga mengatakan posisi PDIP saat ini, yakni sebagai penyeimbang menjadi penting dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menyebut sistem kenegaraan di Indonesia hanya mengenal partai politik pendukung pemerintah atau tidak.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |