Sepertinya Ada Pihak Cek Ombak dengan Isu Pergantian Kapolri

4 hours ago 2

Sepertinya Ada Pihak Cek Ombak dengan Isu Pergantian Kapolri

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menilai rumor pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mencuat di ruang publik belakangan ini merupakan strategi cek ombak politik semata. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menilai rumor pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mencuat di ruang publik belakangan ini merupakan strategi cek ombak politik semata.

Terlebih lagi, DPR dan pihak Istana telah membantah adanya pengiriman Surat Presiden (Surpres) pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Publik perlu membedakan antara dinamika politik yang melahirkan spekulasi dengan keputusan resmi presiden yang memiliki dasar konstitusional," kata Bambang kepada awak media, Kamis (6/8).

Dia mengatakan maraknya kebocoran informasi melalui media sosial maupun grup percakapan mengenai isu pengiriman Surpres pergantian Kapolri, bisa dianggap cek ombak.

"Dipahami sebagai strategi cek ombak dan perebutan narasi di ruang publik. Dalam jabatan strategis seperti Kapolri, persepsi sering kali memang dibentuk lebih dahulu daripada keputusan formal," katanya.

Bambang juga menanggapi pernyataan Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto yang dinilainya sangat normatif terkait isu pergantian Kapolri.

Namun, dia melihat adanya dorongan lain di balik berhembusnya isu ini, yakni terkait masa pensiun sejumlah perwira tinggi.

"Isu tersebut juga bisa dibaca dari cek ombak terkait pelaksanaan masa pensiun personel Polri. Mengingat banyak bintang tiga yang juga berpeluang untuk menjadi Kapolri akan pensiun 58 tahun di tahun ini bila tetap menggunakan UU 2 tahun 2002. Makanya isu pergantian Kapolri tersebut didorong harus dalam bulan-bulan ini," kata Bambang.

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto memprediksi pergantian Kapolri tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |