jatim.jpnn.com, SURABAYA - Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) meminta pengusaha pelayaran melakukan evaluasi total, setelah banyak rekan seprofesinya yang menjadi korban meninggal atas kecelakaan kapal.
Hal itu diungkapkan Koordinator GSJT Supriyono setelah menggelar doa dan tabur bunga bagi korban KM Virgo Transport 8 di Dermaga Gapura Surya Nusantara (GSN), Selasa (15/9).
"Ini yang harus jadi evaluasi bersama, apalagi dengan pengusaha kapal,” kata Supriyono di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Diketahui, sebelum KM Virgo Transport 8 hilang kontak dan tenggelam dalam rute Surabaya-Banjarmasin. Ada KMP Sentosa Mutiara 2 terbakar di perairan Madura, Agustus 2026.
“Dalam tiga bulan terakhir sudah berulang kali kejadian seperti ini, yang lagi-lagi kami sebagai sopir logistik menjadi korban,” ujarnya.
Berdasarkan 92 komunitas pengemudi truk di Jawa Timur, total masih ada 11 orang yang merupakan sopir dan kernet belum ditemukan setelah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
"Kami ada 11 orang sesuai data yang kami terima dari 92 komunitas di Jawa Timur, dan itu sudah kami cek sesuai data manifes mereka terlibat di kapal Virgo Transport," jelasnya.
Supriyono menyebut kerugian yang dialami para sopir dalam setiap kecelakaan transportasi laut tidak hanya kehilangan kendaraan dan muatannya, namun juga nyawa.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















