jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Dr. Ismet Ruchimat, M.Hum., terpilih menjadi Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) periode 2026 - 2031.
Usai terpilih memimpin kampus seni tersebut, Ismet langsung mengungkap sejumlah pekerjaan rumah yang akan menjadi fokusnya. Salah satunya persoalan keterbatasan lahan kampus yang saat ini belum mencapai satu hektare.
Ismet mengatakan, kepemimpinannya ke depan tidak akan dimulai dari nol. Sejumlah program strategis yang sudah berjalan akan dilanjutkan dan diperkuat.
"Salah satu hal yang memang harus diutamakan adalah meneruskan jejak yang kemarin dari pilar renstra (rencana strategis) yang ada, yaitu ISBI Saba Jabar, ISBI Saba Nusantara, dan ISBI Ngajomantara," kata Ismet ditemui di Kampus ISBI, Jalan Buah Batu, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, tiga pilar tersebut merupakan program prioritas resmi ISBI yang harus terus dijalankan di bawah kepemimpinannya.
"Itu menjadi sebuah prioritas resmi dari lembaga yang harus diteruskan dan dilakukan oleh restrukturisasi kepemimpinan saya ke depan. Itu yang paling penting," tuturnya.
Selain memastikan keberlanjutan program strategis, Ismet juga akan memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Peningkatan kualitas SDM, kata dia, harus dibarengi dengan penguatan daya saing internal agar ISBI Bandung mampu bergerak lebih progresif.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















